TUHAN....
Terima Kasih atas segala yang Kau berikan,
segala yang Kau rahmati dalam jalan hidup ini.
Segala kesulitan yang kemudian menjadikan aku lebih kuat lagi
Segala kebahagiaan yang akhirnya mendamparkan ku pada kebersamaan dan suka cita berbagi
TUHAN,....
Untuk kesekian kalinya aku ucapkan terima kasih,
Atas pribadi pribadi baik yang telah menolong diri ini,
beragam jiwa jiwa yang telah membuat aku bisa lebih memahami arti diri
mereka yang baik, mereka yang selalu membuat aku senang dan tenang.
Terima Kasih untuk keluarga ku yang melengkapi meski tak lengkap
Terima Kasih untuk semua energi dari tangan tangan kecil nan lembut tanpa dosa yang selalu menyemangati
Terima Kasih untuk teman teman, yang memahami kekurangan dan kealphaan ku.
Terima Kasih juga pada mereka yang telah menghilangkan diri dari diri ini, mereka yang telah melupakan akan diri yang tak terlupakan, mereka yang sibuk didalam kesibukan semu, mereka yang beranggapan bisa namun tak berbisa. apapun itu.
Terima kasih atas rasa syukur ini , Tuhan.
AMIN.
Sunday, February 20, 2011
Tuesday, February 1, 2011
PROJECT SUKA SUKA
Terkadang banyak hal besar terjadi dalam hidup kita bermula dari hal kecil yang tidak di sengaja. Sama halnya ketika saya mengenal dua sosok berikut yang kemudian bisa membuncahkan ide di kepala saya akan sebuah seni Photography.
David Sebastian, adalah sosok Mahasiswa yang baru saya kenal beberapa hari lalu dan kemudian menjadi dekat dengan saya karena kesamaan perbincangan dalam beberapa hal, dan kemudian dapat menyambungkan saya dengan rekannya yang - menurut dia, bisa mewujudkan poject idealis saya yang belum saya capai di lain banyak project yang saya impikan.
Jadilah pada sebuah siang nan terik, saya di perkenalkan oleh David pada Sadam - temannya sang fotografer muda. Kesan pertama pada Saddam langsung match, banyak hal yang ia utarakan sejalan dengan apa yang saya harapkan. Maka tanpa di tunda tunda lagi, kami bertiga langsung hunting lokasi untuk melaksanakan idealisme dalam sesi fotografi yang kelak bisa jadi nilai memory buat saya pribadi tentunya.
Beruntung, cuaca hari itu sangatlah mendukung untuk Saddam men-setting, lokasi pemotretan yang ciamik. Meski awalnya saya merasa benar - benar berat karena udara yang sangat terik tapi ternyata pemotretan yang berlokasi di dua tempat yang berbeda tersebut menghasilkan gambar gambar istimewa dari sosok kecil nan Brilliant - Saddam.
dan masih banyak lagi yg lainnya yang akan saya Upload kemudian nanti .....
David Sebastian, adalah sosok Mahasiswa yang baru saya kenal beberapa hari lalu dan kemudian menjadi dekat dengan saya karena kesamaan perbincangan dalam beberapa hal, dan kemudian dapat menyambungkan saya dengan rekannya yang - menurut dia, bisa mewujudkan poject idealis saya yang belum saya capai di lain banyak project yang saya impikan.
Jadilah pada sebuah siang nan terik, saya di perkenalkan oleh David pada Sadam - temannya sang fotografer muda. Kesan pertama pada Saddam langsung match, banyak hal yang ia utarakan sejalan dengan apa yang saya harapkan. Maka tanpa di tunda tunda lagi, kami bertiga langsung hunting lokasi untuk melaksanakan idealisme dalam sesi fotografi yang kelak bisa jadi nilai memory buat saya pribadi tentunya.
Beruntung, cuaca hari itu sangatlah mendukung untuk Saddam men-setting, lokasi pemotretan yang ciamik. Meski awalnya saya merasa benar - benar berat karena udara yang sangat terik tapi ternyata pemotretan yang berlokasi di dua tempat yang berbeda tersebut menghasilkan gambar gambar istimewa dari sosok kecil nan Brilliant - Saddam.
dan masih banyak lagi yg lainnya yang akan saya Upload kemudian nanti .....
Sunday, January 30, 2011
EMPAT PENJURU ANGIN
Layaknya sisi Timur, Barat, Utara dan Selatan, begitupula sisi kehidupan saya.
Empat sisi yang selalu menjadi pelengkap dalam langkah, penyokong dalam gundah. Empat sisi yang paham betul bagaimana memperkuat saya sebagai seorang nahkoda yang mengatur laju labuh kapal mengarungi badai kehidupan.
Bukan sebuah hal muluk, jika saya mendedikasikan segalanya yang saya miliki pada Empat sisi yang terpenting dalam beragam aspek hidup saya selain Allah SWT dan Orang Tua. Merekalah.. Istri tercinta, Abang - putra Pemimpin ku, Koko - Pria Pemberani dan Yara Gadis mungil nan penuh daya pesona.
Empat sisi yang selalu menjadi pelengkap dalam langkah, penyokong dalam gundah. Empat sisi yang paham betul bagaimana memperkuat saya sebagai seorang nahkoda yang mengatur laju labuh kapal mengarungi badai kehidupan.
Bukan sebuah hal muluk, jika saya mendedikasikan segalanya yang saya miliki pada Empat sisi yang terpenting dalam beragam aspek hidup saya selain Allah SWT dan Orang Tua. Merekalah.. Istri tercinta, Abang - putra Pemimpin ku, Koko - Pria Pemberani dan Yara Gadis mungil nan penuh daya pesona.
Subscribe to:
Posts (Atom)
